Senin, 08 Agustus 2011

Antologi puisi "karya Siswa Siswi Kelas 8A SMPN 1 ANYAR"

“Jasa Guru”Karya: Irwadi Fikri – VIII A
Guru …..Engkau Adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasaYang tak pernah lelahEngkau selau tabahMenghadapi kelakuan semua muridmu
Guru …..Engkau bagaikan pelita di kegelapanDan senjata menerangi dunia pengidikanBerkat jasamu …..Kami menjadi orang yang majuHanya ada satu ku ungkapkan untukmuTerimakasih guru



“Ibu”Karya: Aisyah - VIII A
Ibu …..Kau orang yang pertama kulihatDalam hidupkuKau orang pertama membesarkanDan mendidiku
Ibu …..Belaian kasih sayangmuTak terbatas sepanjang masaWalau ku kumpulkanGunung, lautan, daratan,Menjadi Satu
Ibu …..Karena sentuhanmulahAku beginiKarena didikanmulahAku beginiMenjadi anak yang berbaktiTerima kasih ibuDo’a selalu kupanjatkan untukmu


“Bunda”Karya: Ulfi Faezati – VIII A
Bunda …..Kau begitu sempurnaDihatiku kau begitu indahKau bagaikan simbol permataYang tak pernah luput di hatikuWajahmu sungguh bersinarBagai mentari yang menyinariku setiap pagi
Bunda …..Kasih sayangmu sungguh tak terhinggaKau merawatku hinga aku dewasaTerima kasih bundaBunda …..Kasih sayangmu tak akan aku lupakanAkan aku simpan dihatiku selamanya …..



“Ibu”Karya: Muhamad Gugun G - VIII AIbu …..Kau adalah sebuah mentariYang menjadi penerang dalam hidupkuDimanapun aku butuh, kau selalu adaDimana aku berada …..  Kau selalu ingat aku

Ibu …..Kau adalah semangat baru dalam hidupkuUntuk masa depan yang lebih baik

Ibu …..Tanpa kau aku tak bisa hidup di dunia iniDari kecil ku selalu selalu menjagakuDari kecil kau membesarkan ku hingga seperti iniTerima kasih ibu …..Kasih sayang mu begitu besar




“Ibu”Karya: Ambar Novawati – VIII A
Ibu …..Disaat langit mulai gelapKau yanag selalu menjadi cahaya penerangDisaat diriku yang sedang menggigilKau selalu menyelimutiku dengan kasih sanyang
Oh ibu …..Kau bagaikan mentari yang menyinarikuSinarmu yang mengabadikan hari – harikuKasih saying mu tak pernah habisWalau diriku bukan mentari yang kau inginkan
Tapi ku tetap tegarKau tetap setia menjagakuTerkadang diriku tak sadar akan sikapmuDiriku tak pernah membalas ketulusanmuSikapmu yang menjaga tak pernah membuatmu risauTapi aku hanya tersenyum menatapkuTak pernah lelah menemanikuDengan alunan kasih sayangmu
Tapi bagaimana saat kau tak ada?Ku menangis karena kesepianKesepian tanpa temanSeakan hati ini bekuTak ada yang mencairkanTak ada yang menghangatkan
Sinar matahari seakan redupDan tak mengundangku untuk tersenyumHari mulai gelap dan sunyiDisaat itu diriku menyadariBetapa besar pengorbananmu untukuHingga saat ini ku dapat berdiriKu dapat menatap langitKu dapat mengenal dunia
Kaulah mutiarakuNanti ataupun besok ku tetap ibukuTerima kasih ibu …..




“Sahabat”Karya: Ingar Yosi K – VIII ASahabat …..Sedang apa dikau disanaApakah kau sedang senang?Apakah kau sedang sedih?Disini aku merinduMerindu akan kebersamaan kita

Sahabat …..Disini daku sedang bertanya - tanyaApakah dikau sudah makan?Apakah dikau sudah tidur?Daku mengkhawatirkanmu

Sahabat …..Kirimkanlah pengantimu untukkuAgar daku tak sendiri lagiAgar daku tak kesepianSemoga hidupmu bahagiaTenanglah dikau disanaDaku menyertaimu

“Ibu, Terima Kasih”Karya : Ratna Kusumaningtyas – VIII A
Kuputar kembali memory masa laluSaat Ibu menjagakuSaat Ibu memberikan kasih sayingKasih sayang tanpa batas
Kuingat kembali memory indahSaat Ibu merawatkuSaat Ibu menangis karena akuKini aku sadar…Takkan pernah ada yang bisa menggantikanmuTak akan pernah bisa…Terima kasih segalanya Tanpamu hidupku tak akan berartiTerima kasih Ibu…






“Sahabat”Karya : Ratna Kusumaningtyas – VIII A
Sahabat…Kau slalu ada saat dibutuhkanSahabat…Kau slalu setia menemaniSahabat…Tak pernah memandang statusBegitu indah persahabatanSeperti sebuah kisah klasikAntara aku dan kauIndahnya sebuah persahabatanSelalu ada dalam suka dan dukaTak pernah bermusuhanRasa iri, dengki singkirkanSelalu menjaga hatiSahabat... Kau sangat berarti bagiku



“PROKLAMASI”Karya : Tia Mutiara  - VIII A
Disaat ku mendengar teks proklamasiHatiku tersentuh tiada hentiAku teringat akan perjuanganRakyat Indonesia untuk mecapai kemerdekaan
Banyak nyawa melayangUntuk memubela negara tersayangBanyak rakyat menderitaHanya untuk membela negara
Wahai dunia !!!!!Lihatlah kami bangsa IndonesiaYang telah merdekaSetelah Soekarno – HattaMembacakan teks proklamasiUntuk negeri ibu Pertiwi

Aku berjanjiAkan taat kepada negeri iniUntuk membela sampai matiHingga akhir hayat nanti

“Mencari Sebuah Keadilan”Karya : Hendra Atin Saputra – VIII A

Ku tak tau……harus berkata apaDalam benakku …hanya dapat bertanya Tanyatapi ku juga tak tau…..harus berbuat apaUntuk mencari….Sebuah keadilan
Dikala ….Keadilan dapat dibeliMasih adakah…Keadilan di Negeri iniJika ada…..Di manakah keadilan itu…..Di mana….?Atau akankah keadilan itu ……Hanya menjadi khayalan belaka.



“Ayah Tercinta”Karya: Gayuh Praas Ari – VIII A
Ayah……..Kerut kulit mu lembut menyentuh kalbuRambut putihmu…….Memancarkan sinar kedamaianKeras suaramu memberi ku kekuatan…….Lemah tubuhmu……Membangkitkan semangat untuk mengabdi
Ayah….Kemarahanmu adalah jiwaku …….Petuahmu adalah jalan luruskuKau adalah ilham dalam hidupku……Kau adalah pembimbing spiritualkuJika mungkin ku terlahir kembali…….Ku ingin kau jadi ayahku lagi.


“Korupsi  BencanaBagi Negara”Karya : Annisa – VIII A
Karena ulah para koruptorBencana kembali datangMelanda NegeriWalau tidak  menelan korbanTetapi,Hati mereka terluka…Hati mereka menjeritMengapa,Korupsi terus merajalela ?Apakah,Para koruptor-koruptor ituMemikirkan nasib rakyat yang menderita ?Tentu tidak …Otak-otak  licik merekaTidak  pernah memikirkanNasib rakyat yang menderita…Kau ambil uang kamiKau makan semua hak kamiKau curi kebahagiaan kamiKau hancurkan masa depan kamiLalu kau pergi meninggalkan kami…



“Rasulullah”Karya : Robi Nurfikri – VIII A
Kau adalah pahlawan bagi umat manusiaEngkau Khalifah pilihan AllahUntuk menyebarkan Ajaran IslamKau adalah makhluk  yang paling sempurna
Berkat  jasamu,  kini orang-orang punya penuntun hidupKau ….  Menyebarkan Agama IslamEngkau bagaikan matahari yang menyinari dunia ….Aku ingin menjadi seperti engkau ya Rasul
Tapi, diriku penuh dengan dosaMungkinkah ….Diiku bisa bertemu denganmu ….Ya Rasul ku ….


“Perusak  NegerikuINDONESIA”Karya : Ayu Fitriyani – VIII A
Aku sedih atas negrikuKarena…Negeriku telah dihancurkanDihancurkan… dihancurkan…Korupsi-korupsi…Membuat rusaknya Negeri iniKorupsi-korupsi…Merugikan Negeri iniKorupsi haus dicegah !!Korupsi harus dimusnahkan !!Memakan uang NegaraMenghambur-hamburkan uang NegaraSedangkan dia…Sedangkan dia…Sedangkan dia…Bersenang-senang diatas penderitaan NegaraKorupsi…Korupsi…Korupsi…Terasa sepi dan sunyi




“Guruku”Karya :Rani Nur Kahfi – VIII AGuruku…Engkau bagaikan embunPenyejuk  dalam hatiku…Engkau pelita dalam hidupku…Engkau pahlawantanpa tanpa tanda jasa…
Guruku…Engkau tidak pernah mengenal lelahDalam mendidiku…Jasamu sungguh berarti bagikuTanpa  jasa-jasamuAku tidak  akan memperoleh  ilmu…
Guruku…Aku sangat berterima kasihKarena kau telah menurunkan ilmu kepadaku…Aku tak’kan melupakanSemua  jasa-jasamu…




“Teman Sejati”Karya : Novi Puspitasari – VIII A
Teman…Kau adalah segalanya bagikuDisaat aku sendirianKau menemanikuDisaat aku sedihKau menghiburkuDisaat aku terlukaKau membantukuTeman…Kau selalu ada didekatkuDalam susah, senang,Maupun  terlukaTeman…Jika tiada kau didekatkuKehidupanku akan terasaKosong tanpa dirimuHidup tanpa teman…Bagaikan seorang diriHidup tanpa teman…Terasa sepi dan sunyi




“Alam Desaku”Karya : Yuningsih Deliani – VIII A
Tetesan embun pagi ….Memekarkan bunga ….Dihalaman rumahku ….Menghiasi hari-hari menjadi ….Sejuk, segar, dan berseri ….
Alangkah senangnya hatiku ….Melihat alam desaku ini ….Yang bersih, sejuk, dan berseri ….Sepanjang hari ….
Oh …. Alam desaku ini ….Desa tempat kelahiranku ….Desa tempat penuh harapan ….Tak dapat ku lupakan ….Sepanjang hidupku ….



“RASULULLAH”Karya : Ayu Setiawati – VIII A
Rasulullah ….Kau adalah lelaki sempurnaHatimu sungguh muliaKau rela berkorbanDemi menyebarkan agama ilahiDemi memperjuangkan kebenaran
Rasulullah….Pengorbananmu sungguh besarPerjuanganmu sungguh berartiKau selalu tabahDalam menghadapi semua cobaanDalam menghadapi semua rintangan
Rasulullah …..Kau adalah teladan umatKau bagaikan cahaya dalam kegelapanMengubah gelap menjadi terangKami akan meneruskan perjuanganmuWahai sang junjungan…




“SAHABAT”KARYA: LINDA ZENITA – VIII A
Wahai sahabat ……..Engkau adalah orangYang selalu menemani kuDi saat ku sedihMaupun dukaWahai sahabat…………Engkau bagaikan embunPenyejuk di hati kuYang selaluMembuat ku bahagia
Engkau merupakan tempatUntuk mencurahkan hati kuTerima kasih sahabat ………Nama mu akan ku kenangSelama nya di dalam hati ku





“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”Karya : Rika Hardiyanti . R – VIII A
Kau ….  Pahlawanku ….Kau ….  Penerang masa depanku ….Kau ….  Sangat berjasa bagiku ….
Guruku ….  Kau pahlawan tanpa tanda jasa ….Guruku ….  Kau sangat mulia ….Tanpa pamrih kau membimbingku ….Tanpa lelah kau menuntunku ….
Tanpa kau ….  Guruku ….Ku hidup gelap gulita ….Akankah kubalas dengan apa ….?Jasa-jasamu yang tak’kan terbalas ….
Setiap hari ….  Kau memberikan ilmu ….Baru ku tersadar ….Bahwa ….  Jasa yang diberikanmu ….Tak’kan ku lupa ….
Pekerjaanmu ….  Guruku….Sangatlah berjasa ….Kerena jasamu ….  Hidupku menjadi terang ….Diatas indahnya alam dan ilmu pengetahuan ….
Besar nanti ….Kuingin berjasa sepertimu ….Menjadi  guru ….Guruku …. Kau pahlawan tanpa tanda jasa ….



“KORUPTOR”Karya : Anisa Ramadani – VIII A
Dengarlah  jeritanku…Yang memekakan telingaDengarlah tangisanku…Yang menghapus keheninganTapi, tetap saja…Tetap saja kau tak mendengar…Percuma aku menjerit dan menangisSebabkau tak akan mendengarnya…Kau telah besumpah kepada-NyaDan kau  juga telah berjanji pada kamiTapi mengapa kau mengingkarinya ?Kenapa…Kenapa kau ambil hak  kamiKenapa kau rampas  hasil kerja keras kamiKenapa… ?Parasit…Itu  julukan  yang  tepat untukmu…Untuk orang yang telah mengingkar ijanjiHai, koruptor…Enyahlah kalian dari sini…Tempat yang pantas untuk koruptorHanyalah  jeruji besi…




“Ketidakadilan”Karya: Sitirani Putri Lestari – VIII A
Mengapa  dunia  ini  kadang  tak  adil…..Mengapa  mereka  semua….Bisa mendapatkan  apa  yang  mereka  mau….Dan  sementara  aku?
Aku  hanya  ingin….Meminta  sedikit  apa  yang  mereka dapatkan….Aku  hanya ingin  meminta….Kebahagiaan,  ketenangan,  dan  senyum  tulus  dari  mereka……Hanya  itu…..Aku  tidak  meminta  apapun…Aku  tidak  meminta  harta  atau  benda  yang  mereka  punya….Tapi,  sudahlah….Mungkin  hanya  ketidakadilan  yang  aku  dapatkan…Atau  mungkin  juga….Hanya  aku  yang  merasa  tidak  adanya  keadilan……





“Ibu”Karya : Rani Fathimah VIIIA – VIII A

Ibu…Kaulah yang pertama melihatkuKetika aku lahir
Ibu…Kau pelita hatikuKau bagai cahaya di hidupku
Di tengah dinginnya malamEngkau mandekapkuDi saat aku sedihKau menemani dan menenangkanku
Kasih sayangmuTak dapat ku gambarkan dengan kata-kataKetulusan serta pengorbanan muTanpa pamrih
Tak dapat ku balas dengan apa-apaDi mataku kau segalanya bagikuTerima kasih Ibu…Atas segala jasa-jasa yang telah engkau berikan






“GURU”Karya: Wendi  Prabowo – VIII A
Guru…..Engkau datang untuk memberiku ilmu..Guru……Kau Pahlawan tanpa tanda jasaIlmu yang berguna selalu kau limpahkan…..Untuk bekal ku dimasa yang akan datang…..Setiap hari kau membimbingkuAku tak tau apa yang harus kuberikan kepadamuSebongkah berlian pun tak dapat menggantikan jasamuKetulusan dan keiklhasan………Selalu terlihat disaat kau membimbingkuHanya sebuah kata yang dapat ku berikan…..Terimakasih guru…………………………




“IBU”Karya : TB.Didin.AM. – VIII A
Ibu ………Kau bagaikan sang suryaYang selalu menerangikuDisaat ku kegelapan
Ibu …….Kasih sayang dan ketulusan muSeluas alam semesta  iniYang tak dapat ku gantikan
Ibu…..Inilah kau apa adanyaYang telah melahirkanDan membesarkan akuDengan kasih sayangmu yang tulus
Ibu…….Engkau segalanya bagikuTerimakasih ibu




“Bulan”Karya : kamelia sari – VIII ABulan..Dikala menjelang malamEngkau muncul dibalik awanKau Nampak malu maluEngkau menyelimuti bumi  iniDengan cahayamu
Bulan…Engkau hadir diantaraSeribu bintang bintangDiantara merekaEngkaulah kebanggaan hatiku
Bulan..Tak puas puasnya aku memandangmuBulan.Dekatkan aku dengan penciptamu






“Terumbu karang”Karya : Siti nurjanah – VIII A


Terumbu karang yang indahOhh… terumbu karang yang indahKau adalah salah satu ekosistemDari banyaknya ekosistem yang ada dilautanKau terumbu karang yang indahKau memperbolehkan benih-benih ikanMenghinggap didalamnya

Wahai terumbu karang yang indahKau mempunyai berbagai macam warnaDan bentuk sehingga berbagai macamikan-ikan menghingap didalamnya

wahai terumbua karang yang indahkau adalah rumah bagi ikan kecilkau adalah tempat berlindungnya ikan kecildari para nelayan yang hendak mengambilnyaakan tetapi ada nelayan yang menggunakancara kotor untuk menangkap ikan-ikan denganmenggunakan bom bukan hanya ikan-ikan yang matiakan tetapi terumbu karang yang indah, elok juga ikut mati






“IBU”Karya : Defa Rizqi Aulia - VIII A
Ibu …Kau pahlawan dalam hidupkuKau mengandungku selama sembilan bulanTanpa kenal lelah dan letihDisaat melahirkanku,Kau memperjuangkan keselamatan aqkuTak peduli nyawamu sirna
Ibu ..Kau selalu memberiku kasih sayingKau menghiasi hidup aku yang sunyiKau bagai mentari dalam hidupkuYang selalu ada untukku
Selalu memberiku cahayaDalam kegelapankuDan selalu memberikanku ketenanganDengan seluruh cintamu
Cintamu takkan pernah tergantiBagai pecahan logam, mengekalkan,Kesunyian, kesedihan, dan kesendiriankuSampai akhir hayat ini menjemputku…..






“Keluarga”Karya : Susilawati – VIII A
Kebahagian akan terasa lebih lengkapJika kita dikelilingi oleh orang-orang yang kita cintaiKeberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari iniTidak terlepas dari cinta dan kasih sayangDukungan serta bimbingan dari orang tua
Bahagiaku surga merekaDan deritaku pilu mereka…..Dua orang yang ku hargaiAku cintai dan aku sayangiDan itu adalah kedua orang tuaku…
Seiring melangkah terlintas dibenakkuAtas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini…Ibu yang telah mengandungku selama 9 bulan…Ibu yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya…Hingga aku hadir didunia ini…..Ibu juga yang telah merawatku dengan penuh kasih sayang…
Bapak yang telah mendidikkuDan bapak juga yang telah bekerja banting tulangHanya untuk menghidupi keluarga…Hanya kalianlah yang ku miliki didunia iniTerimakasih atas jasamu yang telah kau berikan selama ini






“SAHABAT”Karya : Della Septiani – VIII A

Sahabat…Kau adalah teman sejati dalam hidupkuKau seperti bintangYang selalu menghiasi warna-warni hidupkuYang memberi aku arti hidup ini

Sahabat seperti matahariYang selalu menerangi hidupkuSelalu memberiku cahaya dalam hidup iniSehingga aku dapat bertahan hidup

Sahabat seperti penerang dalam kegelapanYang selalu memberi kekuatanYang membuat diriku berani untuk melawan kegelapan ituSehingga kau membuatku bangkit dalam tidur gelapku

Sahabat ….Kau selalu ada disampingkuYang selalu ada dalam suka dan dukaSahabat adalah teman terindah dalam hidupkuKau tidak akan kulupakan sampai ajal menjemputku





“Pahlawan Bangsa”Karya : Rohman Hasbi – VIII A


Kau…. pahlawan bangsaYang berani mengusir penjajahDari bumi indonesiaKau korbankan jiwa dan raga
Untuk mengembalikan keharuman bangsaMenghilangkan penindasan rakyat….Jiwamu tak takut matiHatimu putih….. bersih
Kau bangga jika mati membela tanah airKau bersatu padu dengan garudaKeberanianmu terukir di hati garudaSuara suara penyemangat terdengar
Hatimu bergetarJiwamu memegang senjataSiap untuk menyerangPenjajah….. penjajah….Di bumi pertiwiIndonesia
Merdeka…… Merdeka….. Merdeka…….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar